Waralaba Kedai Kopi

Bila mengacu pada perundang-undangan yang berlaku, maka waralaba kafe atau waralaba kedai kopi yang berkembang di masyarakat seperti sekarang ini bisa mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 07/M-DAG/PER/2/2013 Tentang Pengembangan Kemitraan Dalam Waralaba Untuk Jenis Usha Jasa Makanan dan Minuman.  Disana di jelaskan secara terperinci dan detail serta menyebutkan bahwa waralaba dan kafe di definisikan sebagai berikut:
Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau di gunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba.
Kafe adalah penyediaan makanan ringan dan minuman ringan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan/atau penyajiannya, di dalam 1 (satu) tempat tetap yang tidak berpindah-pindah.
Sedangkan kata kedai kopi secara khusus di peraturan tersebut memang tidak di sebutkan secara terperinci. Akan tetapi, di Indonesia kata kafe dan kedai kopi mempunyai kesamaan pengertian.  Bila mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, maka kedai di artikan sebagai: bangunan tempat berjualan (makanan dan sebagainya); warung; sedangkan kafe di definisikan sebagai : 1. tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik; 2 tempat minum yang pengunjungnya dapat memesan minuman, seperti kopi, teh, bir, dan kue-kue; kedai kopi. (Baca : Definisi dan Arti Waralaba Atau Franchise )
Definisi Kafe Dan Kedai Kopi Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Kafe Dan Kedai Kopi Kamus Besar Bahasa Indonesia

Jadi, dari kedua pengertian di atas kita bisa menarik kesimpulan bahawa definisi waralaba kedai kopi di artikan sebagai hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis usaha kedai kopi dengan ciri khas usahanya dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa berupa makanan dan minuman ringan yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau di gunakan oleh pihak lain berdasarkan Perjanjian Waralaba. (Baca : Waralaba Cafe)
Waralaba kedai kopi banyak di pilih pengusaha karena memang mempunyai banyak kelebihan.  Selain mempunyai resiko kegagalan yang jauh lebih sedikit dari pada harus memulai dari nol, pewaralaba kedai kopi sudah mempunyai sistem bisnis yang teruji sehingga pewaralaba tinggal mengaplikasikannya ke kedai kopinya masing-masing. Sistem bisnis kedai kopi yang di miliki pewaralaba biasanya sudah meliputi sistem pemasaran yang terpadu sehingga tingkat keberhasilannya jauh lebih besar.  Selain itu, karena rasa merupakan faktor penentu yang besar, maka menu-menu yang di jual di kedai kopi waralaba pasti sudah melalui uji coba dan bisa di terima oleh konsumen atau pelanggan. Jadi pengusaha kedai kopi tidak perlu melakukan uji coba dan penelitian yang biasanya memerlukan waktu, tenaga, pikiran yang cukup besar. (Baca : Begini Tips Perencanaan Bisnis Waralaba Cafe)
Selain itu, dengan memilih waralaba kedai kopi yang mempunyai merek yang sudah terdaftar berarti kita sudah bisa menjalankan usaha dengan tenang tanpa harus memikirkan nama kedai kopi yang lain.  Maka dari itu, penting untuk di tanyakan kepada pewaralaba tentang status mereknya apakah sudah terdaftar atau masih belum.  Terkadang masih ada yang menganggap dengan adanya nomor permohonan pendaftaran merek berarti itu sudah terdaftar. Padahal, nomor tersebut bukanlah nomor pendaftaran melainkan hanya nomor permohonan pendaftaran saja.  Jika statusnya masih belum terdaftar, maka akan sangat riskan bagi Anda untuk bergabung karena masih beresiko dengan adanya penolakan atau sengketa tentang hak merek dengan pihak lain yang tidak kita inginkan.
Waralaba Kedai Kopi Refresho Kafe Coffee Shop

Waralaba Kedai Kopi Refresho Kafe Coffee Shop

Akan tetapi, memulai usaha kedai kopi dengan sistem waralaba juga tidak sepenuhnya sempurna. Ada beberapa kelemahan dari sistem ini sebagaimana sistem bisnis waralaba pada umumnya.  Kekurangan-kekurangan tersebut seperti kurang bebasnya pengusaha karena meskipun di berikan ruang untuk melakukan inovasi karena harus tetap di batasi oleh aturan yang ada dalam SOP atau Standar Operating Prosedur dan lain-lain.  Selain itu, sistem waralaba kedai kopi tidak sesuai untuk jiwa pengusaha yang bebas seperti selalu ingin berkreasi, kritis atau selalu ingin melakukan perubahan.
Meskipun demikian, calon pengusaha kedai kopi bisa memilih menggunakan sistem waralaba atau memulai dari nol dengan mempertimbangkan bagaimana kharakternya yang sebenarnya dan bisa mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki serta resikonya.  Bila pengusaha memilih waralaba, di pasaran banyak terdapat pilihan waralaba khususnya untuk usaha kedai kopi. Mulai dari waralaba kedai kopi murah hingga sampai yang harganya cukup tinggi yang bisa di pilih sesuai dengan keinginan.

Related Post

Comments

comments