Google

You are here: Home // Tentang Penangkaran Burung Murai Batu // Penjodohan Burung Murai Batu Medan

Penjodohan Burung Murai Batu Medan


Proses Penjodohan Awal Murai Batu Medan
Proses Penjodohan Awal Murai Batu Medan

Proses Penjodohan Awal Murai Batu Medan

Setelah memilih indukan yang sudah saya jelaskan disini, proses selanjutnya adalah mendekatkan masing-masing indukan murai batu medan ke jarak sekitar 2 meter.  Hal ini bertujuan sebagai pengenalan satu sama lainnya.  Jika indukan sudah menunjukkan tanda-tanda berjodoh, maka jarak bisa di dekatkan yang lebih dekat lagi.

Tanda-tanda birahi indukan murai batu bisa terlihat jika indukan murai batu saling bersahutan.  Biasanya indukan jantan akan segera berkicau jika melihat indukan betina murai batu.  Begitupun juga indukan betina, dia akan segera  merespon dengan kicauan jika memang benar-benar dalam kondisi birahi.  Hal ini bisa di biarkan selama 1 sampai 2 hari untuk proses pengenalan yang maksimal.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=iHQwuZ0lTMo]

Setelah terlihat calon indukan betina menyahut kicauan sang jantan, maka jarak sangkar bisa di dekatkan dengan jarak 10 cm.  Hal ini di lakukan untuk menghindari saling patuk jika ternyata mereka belum berjodoh.  Jika tidak di tempelkan secara langsung, mereka tidak bisa saling patuk secara langsung.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=khXvS-FsT3o&fs=1&hl=en_US]

Menempelkan dengan menambahkan satu tenggeran di dua sangkar indukan murai batu medan yang berhimpitan tersebut.  Jika memang indukan murai batu benar-benar berjodoh, maka mereka akan tidur berhimpitan saat malam tiba.  Disini peternak harus terus memantau perkembangan dari hari ke hari.  Terkadang, ada kemungkinan mereka tidak berjodoh dan akhirnya saling patuk walaupun di sangkar yang berbeda.  Maka dari itu, pemantauan secara intens harus selalu di lakukan minimal di hari pertama.

Proses selanjutnya setelah indukan tidur bersama setiap malam, biasanya terkadang indukan akan saling meloloh walaupun di sangkar yang berbeda.  Dalam tahap ini, calon indukan bisa dimandikan di keramba mandi dengan selalu di pantau untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.  Kalau dalam proses ini berjalan lancar, tak jarang mereka akan kawin dalam keranda mandi.  Jika terjadi perkawinan seperti ini, indukan bisa dimasukkan ke dalam kandang penangkaran.

Jika tidak terjadi, maka proses selanjutnya adalah memindah betina ke dalam kandang penangkaran.  Untuk indukan jantan, masih di sangkar dengan di tempel di luar kandang penangkaran.  Disini juga bisa di tambahkan tenggeran yang sama yang di pasang antara sangkar indukan jantan dan kandang penangkaran.  Jika mereka masih tidur berdampingan saat malam hari, ke esokan harinya, indukan jantan bisa di lepaskan ke kandang penangkaran dan proses pelepasan ini yang paling penting untuk pemantauan sang peternak.

Setelah mereka masih masih menunjukkan tanda-tanda jodoh atau tidak berkelahi satu sama lain, maka proses ini bisa di katakan lancar.  Walaupun setiap hari peternak harus selalu memantau setiap hari sampai mereka benar-benar tidak berkelahi.  Pemantauan ini bertujuan karena kadang-kadang ketika mereka menunjukkan tanda-tanda jodoh di hari-hari pertama, di hari lain mereka juga akan berkelahi juga.  Jadi tidak ada salahnya peternak mengantisipasi hal ini.



Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

2 Responses to " Penjodohan Burung Murai Batu Medan "

  1. […] kita berhaisl menjodohkan murai batu, maka indukan yang akan di tangkarkan bisa di lepaskan ke dalam kandang penangkaran murai batu. […]

Tinggalkan Komentar

Copyright © 2009 Shama Bird | Burung Murai Batu Medan |. All rights reserved.
Designed by Theme Junkie. Powered by WordPress.
free counters